Amri Amsyari Said
Amri Amsyari Said
Online
Assalamualaikum 👋
Ada yang bisa dibantu?

Nizhaar Idam Sakhiy Raih Juara III Lomba Resensi Buku Tingkat Kota Makassar

Makassar — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah. Nizhaar Idam Sakhiy berhasil meraih Juara III Lomba Resensi Buku bagi Siswa SMP/MTs Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Lomba tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar pada hari Selasa–Rabu, 15–16 September 2026, bertempat di Ballroom Lantai 1 Makassar Government Center (MGC). Kegiatan ini, menjadi ruang bagi pelajar SMP/MTs se-Kota Makassar untuk mengembangkan kemampuan membaca secara mendalam, berpikir kritis, menulis, serta mengomunikasikan gagasan.

Tahun ini, lomba mengusung tema “Membaca Mendalam, Menulis Bermakna, Berkarya untuk Bangsa.” Berdasarkan pedoman pelaksanaan, kegiatan dirancang dalam dua tahapan utama, yaitu eksplorasi bacaan dan penulisan resensi, kemudian dilanjutkan dengan presentasi dan penilaian resensi buku.

Pada tahap pertama yang dilaksanakan Selasa (15/9), peserta mengikuti proses yang cukup menantang. Panitia menyediakan sekitar 100 judul buku yang telah diseleksi dengan tema lingkungan atau persampahan, ekonomi kreatif atau UMKM, serta program strategis Wali Kota Makassar. Setiap peserta kemudian memilih satu buku untuk dibaca dan diresensi. 

Peserta diberikan waktu 150 menit untuk membaca secara intensif dan membuat catatan, kemudian dilanjutkan dengan 90 menit untuk menulis naskah resensi menggunakan laptop yang telah disiapkan oleh masing-masing peserta. Seluruh proses berlangsung dalam pengawasan panitia dan dewan juri. 

Tidak berhenti pada kemampuan menulis, peserta juga harus mempertanggungjawabkan hasil resensinya melalui presentasi. Pada hari kedua, Rabu (16/9), setiap peserta mempresentasikan hasil resensinya di hadapan dewan juri selama 3–5 menit. Naskah resensi yang telah dibuat pada hari pertama tidak diperkenankan dibawa pulang oleh peserta. Naskah tersebut disimpan oleh panitia dan diberikan kembali kepada masing-masing peserta tepat sebelum peserta melakukan presentasi pada hari kedua.

Mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses penilaian untuk memastikan peserta mampu memahami dan mempertanggungjawabkan isi resensi yang telah ditulisnya. Setelah presentasi, dewan juri juga dapat mengajukan sejumlah pertanyaan terkait isi buku dan hasil resensi. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan menulis, tetapi juga dari pemahaman terhadap buku, kemampuan menyampaikan gagasan, serta orisinalitas pemikiran dan tulisan yang dihasilkan.

Melalui seluruh rangkaian tersebut, Nizhaar Idam Sakhiy berhasil memperoleh nilai 80,44 dan meraih Juara III. Capaian tersebut menempatkannya sebagai salah satu dari enam peserta dengan nilai tertinggi dalam kompetisi tingkat Kota Makassar tahun 2026.

Berdasarkan pedoman lomba, penilaian tidak hanya berfokus pada naskah resensi. Naskah dinilai dari aspek kebahasaan, pembahasan buku, dan kreativitas, sedangkan presentasi dinilai dari pemahaman isi buku, kualitas analisis, kebahasaan dan ekspresi, serta kemampuan menjawab pertanyaan. Nilai akhir merupakan gabungan 50 persen naskah resensi dan 50 persen presentasi

Prestasi yang diraih Nizhaar menjadi salah satu bentuk nyata dari pentingnya memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan kemampuan literasi melalui pengalaman langsung.

Dalam pedoman lomba, resensi buku tidak dipandang sekadar sebagai kegiatan merangkum isi buku. Peserta didorong untuk membaca, memahami, menganalisis, menilai, menyimpulkan, dan mengomunikasikan isi buku berdasarkan pemahamannya.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan yang antara lain untuk meningkatkan budaya gemar membaca, kemampuan memahami dan menganalisis isi buku, serta keterampilan literasi yang mencakup menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Lomba ini juga menjadi bagian dari seleksi untuk mempersiapkan utusan Kota Makassar ke tingkat Provinsi dan Nasional.

Bagi SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah, capaian Nizhaar menjadi motivasi untuk terus menumbuhkan budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Literasi diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas dalam pembelajaran, tetapi juga menjadi kebiasaan yang membantu murid memperluas wawasan, membangun daya pikir kritis, serta berani menyampaikan gagasan.

Keluarga besar SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Nizhaar Idam Sakhiy atas prestasi yang telah diraih.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada orang tua Nizhaar atas doa, dukungan, motivasi, dan pendampingan yang diberikan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

Apresiasi turut diberikan kepada guru dan pembina yang telah memberikan bimbingan serta mendampingi Nizhaar dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Prestasi ini menjadi buah dari sinergi antara murid, orang tua, dan sekolah dalam memberikan ruang bagi tumbuhnya potensi dan prestasi peserta didik.

Semoga pencapaian ini menjadi pengalaman berharga bagi Nizhaar untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkomunikasi. Lebih dari sekadar meraih juara, semoga pengalaman dalam lomba ini semakin menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan semangat untuk terus berkarya.

Selamat, Nizhaar!

Terus membaca, terus menulis, terus berkarya, dan terus menginspirasi.

Penulis: Humas SMP IT WI

Share

Post a Comment